Netherland I’m coming! (Part 1)

Bermula dari mendengar cerita kolega saya di kantin kampus (yang juga mantan mahasiswa saya) bercerita cas..cis..cus… (in english, hebat ya) tentang pengalamannya ikut Short Course  “International Program  Management Suistanability” (IPMS) di Belanda selama 5 hari plus kesempatan dia traveling keliling Amsterdam dan jerih lelahnya menjadikan mimpinya nyata untuk bisa ke Belanda waktu itu. Terkesima… iya,…lebih tertegun ketika di ujung pembicaraan dia mendorong saya katanya “Miss, how about you apply for IPMS this year?”….glek…”are you kidding?” jawaban spontan saya sambil tertawa lebar, tak jelas apa yang lucu. “I don’t think this short course will be suitable for me according to my background or to my future“. Tapi entah karena bakat marketingnya yang luar biasa, atau saya yang mudah dipengaruhi, at the end…saya setuju untuk mencoba setelah dia berhasil meyakinkan bahwa  short course ini akan relevan untuk berbagai bidang profesi.Kini saya punya defenisi tambahan untuk mahasiswa yang hebat, yaitu mahasiswa yang berhasil mengajar gurunya haha… 😀

Mulailah saya browsing ke link yang dia berikan, dan akhirnya saya berhasil apply. Tidak sulit memang untuk apply, semua informasi tersedia dalam bahasa Inggris kalau bahasa Belanda habislah nasibku, google translate juga takkan menolong. Saya juga ikut sarannya untuk apply for sponsorship alias mohon “dibayarin” kalo keterima nanti hehe :D…berhubung biaya kursusnya sekitar 6,000 an Euro ato sekitar 70-80 jutaan sangat mahal kan?.

Make the story short…. . Ternyata aplikasi saya baik untuk beasiswa dan ikut short course diterima. Tetapi, Pemerintah Belanda hanya menyediakan beasiswa untuk akomodasi, makan dan biaya pendidikan, saya harus mencari sponsor sendiri untuk tiket PP Jakarta-Amsterdam, dan biaya tambahan lainnya seperti mengurus visa (nambah-nambah gaji) yang syukurlah bisa saya dapatkan. Karena durasi waktu yang tidak terlalu lama di Belanda, saya hanya cukup mengurus visa kunjungan (turis) untuk 30 hari, yang ternyata cepat sekali diurus di Kedutaan, hari ini urus besok siang sudah bisa diambil visanya, very efficient!. Konon kata seorang kenalan yang ketemu pas sama-sama urus visa juga, dari semua negara atau keduataan urusan visa ke Belanda adalah yang paling cepat diurus dibanding ke negara-negara lain.

visa belanda edit.png

Tiket PP Jakarta-Amsterdam mahal nian ternyata karena saya booking di waktu yang terlalu dekat dengan keberangkatan yaitu 3 hari sebelum berangkat. Pelajaran penting, kalau mau keluar negeri, sebaiknya booking tiket jauh-jauh hari biar agak miring harganya, minimal  1 bulan sebelum  berangkat. Saya naik pesawat Malaysia Airlines, kata mba  yang di tempat travel, saya sudah dipilihkan harga yang paling murah. Rute yang ditempuh Jakarta-Kuala Lumpur-Amsterdam total 13-14 jam perjalanan. Untungnya ada keluarga di sana yang sudah bersedia untuk jemput di bandara, karena saya tiba di bulan Juni masih musim semi, cuaca masih agak hangat waktu itu….Btw, trimakasih untuk rekan saya Glend, yang sudah memberikan informasi sebanyak-banyak mulai dari urusan buat appointment di Kedutaan Belanda untuk urusan visa, ngurus tiket, asuransi perjalanan de el el, sehingga setiap urusan lancar tanpa kendala berarti.

to be continued to Netherland I’m coming part 2!

cerita tentang pengalaman teman saya Glend selama di Belanda bisa dibaca di: https://anakhalmahera.wordpress.com/2016/02/29/mission-impossible-di-holland-1/

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: