Mendapat Beasiswa AAS (Part 2): Pre-Departure Training

Good day or evening (waktu saya nulis ini pagi soalnya), tulisan ini lanjutan dari Mendapat beasiswa AAS (Part 1), so temans sekali lagi saya sampaikan Anda tidak akan menemukan informasi mengenai cara mendaftar beasiswa AAS dalam tullisan karena sudah dijelaksan di tulisan saya sebelumnya Melamar Beasiswa Australia Awards Scholarship (Part 1 & 2).

langsung ke intinya aja, dalam surat offering yang dikirim AAS disampaikan bahwa saya diwajibkan untuk mengikuti dua jenis training yaitu Pre-departure training (selanjutnya saya nulis PDT aja) dan sebagai pelamar S3 maka dapat bonus ikut Phd Training. Pelatihan saya dimulai 19 September – 2 Desember dilanjutkan dengan Phd Training mulai 2 Desember-16 Desember, total hampir genap 3 bulan. Artinya saya harus ngekos tiga bulan di Jakarta. Selama pelatihan setiap awardee diberikan stipend yang cukup untuk membayar segala keperluan kita, cukuplah untuk gaya hidup student.

Dengan rute yang sama dengan ikut interview AAS, saya terbang ke Jakarta, dan kembali menginap di hotel yang sama. Saya berangkat dua hari lebih awal dari jadwal PDT, yang memang sengaja untuk dapat menyempatkan diri nyari kos untuk tiga bulan di Jakarta. Ada suka duka ketika awal tiba di Jakarta waktu itu, penuh drama, karena atm saya yang tinggal satu-satunya  ketelan mesin atm ceritanya ada di Intermezo Mendapat Beasiswa AAS (Part 2) : Suka Duka Datang ke Jakarta ikut Pre-Departure Training, singkat cerita saya akhirnya mendapat kos yang diinginkan sebelum PDT dimulai.

Hari  pertama PDT dimulai cukup pagi yaitu jam 08.00 wib, saya tiba pukul 07.15 dan seperti biasa sudah mulai ramai di penuhi awardees AAS di kantor IAELF yang berada di lantai 3 Gedung Menara Selatan. Waktu menunggu diisi dengan banyak kenalan sambil mencari kembali wajah-wajah yang sebelumnya pernah kenalan di waktu interview. Suasana cukup ramai, berbagai ekspresi ‘selamat” terdengar di mana-mana, they all look happy. Kami diminta berkumpul di auditorium, perkenalan dibuka oleh kordinator program PDT, dengan sambutan dari Perwakilan Pemerintah Australia. Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan singkat para IELTS teacher yang akan mendampingi setiap dari kami hampir 3 bulan nanti. Setiap dari kami baik pelamar S2 dan S3 dibagi dalam setiap kelas yang terdiri dari 14-15 orang. Nama kelas kami berdasarkan lamanya training,  jadi kelas saya adalah 8 weeks 3, dan teacher kami bernama Andrew Riley. Jadwal kelas kami kemudian diumumkan. Dari Senin-Jumat dimulai pukul 07.00 – 08.45, 09.00-09.50, 11.00-12.50. Kelas kita berlangsung menyenangkan tetapi serius. Terasa sekali bahwa semua awardee adalah highly motivated people, semua teman berusaha untuk saling mendukung dalam menyelesaikan tugas dan memahami materi yang diberikan. Kita juga diberikan tugas-tugas yang lumayan, yang paling menyita perhatian adalah tugas Essay 2000 kata.

Materi pelatihan mencakup berbagai tips dan skills untuk menghadapi tes IELTS (ada juga mock tes IELTS di setiap 2 minggu sekali untuk mengukur progress kita), cross cultural class dengan Barbara (dia selalu sukses membuat kelasnya sangat menyenangkan) kadang juga PDT diselingi dengan presentasi dari seorang Professor atau Doktor dari Australia, dan juga sharing dari para alumni AAS. Di awal-awal PDT kita juga akan mengikuti semacam exhibition  yang diadakan oleh AAS dengan menghadirkan representative dari berbagai Universitas di Australia. Dalam kesempatan ini kita bisa mengeksplor lebih jauh berbagai hal tentang masing-masing universitas dan juga mendapatkan nomor kontak perwakilan Universitas yang nantinya akan sangat berguna untuk membantu kita dalam proses lamaran ke Universitas. Jadi yang masih bingung memilih Universitas mana di Australia, tenang saja, masih ada kesempatan untuk meyakinkan diri.

Dalam masa PDT ini kita juga sudah akan mempersiapkan dokumen terkait aplikasi visa kita, termasuk periksa kesehatan (biaya dicover AAS). Kita akan menerima jadwal untuk pemeriksaan kesehatan di RS yang sudah ditentukan.

Di akhir PDT kita masih akan menghadapi satu kali lagi tes IELTS jadi total ada dua kali tes IELTS (yang pertama adalah ketika sesudah lolos seleksi berkas, yang kedua adalah di akhir PDT), hasil terakhir inilah yang kemudian akan digunakan AAS untuk mendaftarkan kita ke Universitas  yang kita minati, jadi sebaiknya menyiapkan diri sebaik-baiknya. Target saya, hanya, tidak ada lagi band yang dibawah 6, syukurlah pada akhirnya skor saya begitu memuaskan (thanks to my great teacher as well). Hasil tes IELTS kita dapatkan 14 hari sejak tanggal tes. Karena saya masih ikut PhD training jadi hasil langsung dapat saya ambil sendiri di kantor IAELF, bagi yang sudah menyelesaikan PDT dan kembali ke kota masing-masing hasil IELTS akan dikirim ke alamat masing-masing.

Seusai PDT Training, semua pelamar S2, sudah mulai kembali ke kota mereka masing-masing, demikian juga dengan sebagian besar teman-teman sekelas saya. Saya dan beberapa teman lainnya sesama pelamar S3 kini jadi sekelas untuk PhD training. PhD training ini sebelumnya belum pernah diadakan bagi para awardee AAS. Training ini juga baru di programkan untuk AAS di Indonesia jadi Negara lain belum memiliki program tersebut. Dalam Phd Training Anda akan banyak terpapar  dan diajak berpikir the philosophy of science dari penelitian Anda, kemampuan presentasi serta proposal penelitian Anda akan menjadi focus dari training ini. Sebagai seorang calon PhD (philosophy of doctor) di kelas ini Anda akan dibuat mengetahui apa “P” (philosophy) dari bidang yang Anda hendak teliti, demikian ujar Professor Brian salah seorang teacher saya. Di kelas ini kami memiliki 2 orang teacher as facilitator, salah satunya adalah Professor dari Australia, satunya lagi adalah Doktor dari salah satu Universitas di Indonesia yang juga alumnus ADS.Bagi yang sudah mantap dan matang dengan riset proposalnya maka Anda patut berbahagia karena mungkin kelas ini akan meningkatkan kualitas riset proposal Anda, tetapi bagi yang masih bingung dengan apa yang harus dicari dan ditemukannya seperti saya ini.. kelas ini benar-benar tantangan tetapi pada akhirnya mencerahkan…:D pokoknya, no pain no gain. Tak perlu khawatir karena kelas ini ditujukan untuk membantu para awardee untuk lebih siap dengan riset proposal mereka. Pengajar kami benar-benar akan memberi masukan bagi peningkatan kualitas proposal kita. Hari pertama kelas ini, dimulai dengan 2 menit presentasi terkait riset proposal kita. Jadi siap-siap bagi para pelamar S3. But at the end, you’ll find you’ll be more ready for your next study. Oya meskipun riset proposal saya merupakan yang paling banyak memiliki koreksi yang substansial (sempat merasa saya yang paling bodoh sekelas…hu..hu…kalau Anda ingat saya pernah bilang riset proposal saya judul dan topiknya berganti2 (dalam tulisan sebelumnya) maka dalam  2 minggu masa PhD traininglah, judul dan topiknya paling banyak berubah and it took lots of begadang…) ….it’s true that the result will never betray the process (hasil tidak pernah mengkhianati proses), di akhir pelatihan, kedua teacher kami memilih saya dan seorang teman sebagai student with best progress, (nangis bombay saya waktu itu…lebay ya..trimakasih Tuhan untuk kesanggupannya)   Oya awardee AAS yang sudah selesai mengikuti pelatihan dan sudah mendapatkan LOA (letter of Acceptance) dari Universitas sudah mulai diberangkatkan Januari 2017. Saya mengajukan pengunduran waktu (hanya dijinkan sekali) untuk diberangkatkan di semester berikutnya. Mohon doanya agar semuanya lancar, saya akan terus melanjutkan tulisan saya selama disana. Terima kasih sudah membaca.

Iklan

6 respons untuk ‘Mendapat Beasiswa AAS (Part 2): Pre-Departure Training

Add yours

  1. mantab brader, boleh tanya tentang wawancara JST ga?

    1. apakah kita diperbolehkan membawa kertas/barang untuk dibawa ke ruang wawancara untuk memperkuat hasil riset?
    2. apa saja yg brader paparkan dalam waktu 10 menit itu?
    3. kalau boleh kasih bocoran tentang soal2 saat wawancara hehehe

    Nuhun

    Suka

    1. Mohon maaf baru sempat dibalas mas Suhendri

      Untuk pertanyaan nomor 1, iya kita diperbolehkan untuk membawa catatan ketika interview.
      Untuk pertanyaan nomor 2, pemaparan kita tentang proposal penelitian kita biasanya menggambarkan garis-garis besar penelitian seperti topik yang dipilih, latar belakang topik/judul, dan metodologi penilitian.
      Untuk pertanyaan nomor tiga, bisa menghubungi lewat email saja ya.

      Mohon maaf jawaban saya mungkin sudah sangat terlambat.

      Semoga sukses untuk aplikasinya

      Suka

  2. Thanks for sharing mbak Ane

    Mbak, btw kalau boleh tahu apa saja alasan yang diperbolehkan untuk menunda keberangkatan mbak? Apakah bisa dengan alasan menyelesaikan pekerjaan di kantor? Atau apapun alasannya boleh asalkan hanya dilakukan sekali saja. Terima kasih mbak Ane

    Suka

    1. Salam Mas Adam

      Dalam pengalaman saya, saya juga meminta penundaan keberangkatan untuk menyelesaikan delegasi pekerjaan ditempat kerja. AAS memberi pertimbangan berdasarkan ‘case by case’ jadi sepanjang rasional dan bisa di pertanggung jawabkan saya rasa akan dipertimbangkan oleh AAS.

      Salam

      Ane Namotemo

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: